Tuesday, August 7, 2012

Dinikahkan Dengan Bidadari

Posted by Wen retnes on Tuesday, August 7, 2012

Dinikahkan Dengan Bidadari

INFOINDOS - Dinikahkan Dengan Bidadari.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra., beliau bercerita bahwasanya pada suatu ketika ada seorang lelaki bernama Sa’ad as Sulami yang menghadap kepada Rosulullah SAW seraya berkata, “ Ya Rosulullah, apakah warna kulitku yang hitam dan buruknya rupa wajahku dapat menghalangiku masuk ke dalam surga?”

“Tidak! Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya! Selama kau benar-benar meyakini Tuhanmu dan beriman terhadap apa yang disampaikan Rosulmu.” Jelas Nabi Muhammad SAW.

Pemuda itupun menjawab, “Demi Allah yang telah memuliakan Engkau sebagai nabi, aku telah berikrar bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Sesungguhnya delapan bulan yang lalu, saya telah meminang gadis dari beberapa wilayah, termasuk di  wilayah ini namun tak satupun pinangan saya diterima. Hal ini dikarenakan kulit saya yang hitam dan wajah saya yang buruk, walaupun sebenarnya saya berasal dari keluarga terpandang, Bani Sulaim.”

Akhirnya Rosulullah mengutus Sa’ad menemui Amr bin Wahab yang baru saja masuk islam, dan memerintahkan agar ia mengatakan pada Amr, bahwa Nabi Muhammad telah menikahkannya dengan putrinya.  Amr bin Wahab ini berasal dari Bani Tsaqif, dia memiliki seorang anak gadis yang cantik jelita serta pandai yang bernama Atiqah. Sesampainya di depan pintu rumah Amr, Sa’ad-pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Keluarga Amr begitu senang, sebab Sa’ad menggunakan bahasa Arab. Namun ketika melihat bahwa yang datang adalah seorang pemuda berkulit hitam dan berwajah buruk, mereka justru membencinya.

Maka sesuai perintah Rosulullah SAW, lelaki itu akhirnya berkata, “ Rasulullah telah menikahkan putri Anda dengan saya.” Mendengar perkataan itu, keluarga tersebut langsung menolaknya dengan kasar. Mendapatkan perlakuan seperti itu, Sa’ad-pun memilih kembali ke hadapan Nabi.

Namun, di lain pihak, putri Amr bin Wahab yang rupawan dan pandai justru berkata, “Wahai Ayah, carilah selamat sebelum ayah dipermalukan dengan turunnya wahyu dari Allah SWT. Jika Rosullah menghendaki aku untuk menikah dengan lelaki itu, maka aku rela menerima apa yang telah direlakan oleh Allah dan rosulnya untukku.”

Mendengar ucapan dari Atiqah, Amr bin Wahab sadar akan kesalahannya, dan segera pergi menemui Nabi. Dia meminta maaf akan kesalahannya, dan bersedia menikahkan Sa’ad as Sulaim dengan putri tercintanya, Atiqah. Namun Sa’ad tidak mempunyai uang untuk membeli mas kawin, hingga akhirnya Rosulullah bersabda, “Mintalah kepada tiga orang mukmin untuk maskawin istrimu. Pergilah kepada Utsman bin Affan, dan mintalah 200 dirham, maka ia akan memberinya bahkan lebih. Pergilah kepada Abdurrahman bin Auf, maka dia akan memberimu 200 dirham bahkan lebih. Juga pergilah pada Ali bin Abi Thalib, dia juga kan memberimu 200 dirham bahkan lebih.”

Setelah menuruti perintah Nabi Muhammad SAW, Sa’ad segera pergi untuk membeli maskawin yang dibutuhkan. Namun tiba-tiba dia mendengar seruan, “Wahai kuda Allah, naiklah kendaraan!”. Tak lama setelah itu, Rosulullahpun memberikan seruan yang sama. Lalu Sa’ad pun berdoa, “ Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Tuhannya Muhammad. Sungguh saat ini aku akan menjadikan uang ini untuk sesuatu yang dicintai oleh Allah, Rosulnya, dan orang-orang yng beriman.”

Akhirnya Sa’ad membeli seekor kuda, sebilah pedang dan tombak, serta perisai. Dia mengikatkan surban pada perutnya dan mengenakan tutup kepala baja, sehingga tak terlihat, kecuali bulu matanya. Ia lalu menuju ke tengah-tengah pasukan muhajirin, dan maju ke barisan musuh lalu menyabetkan pedangnya kesana kemari. Para pasukan lainpun bertanya-tanya, siapakah kiranya lelaki yang pemberani itu.

Ketika melihat kudanya keletihan, ia lantas turun dan menyingsingkan lengannya, maka tampaklah lengannya yang hitam. Dan Rosululloh mengenalinya. “Apakah kau Sa’ad?”

“Benar, Ya Rosulullah.” Jawabnya.

“Kau sangat beruntung.” Lanjut Nabi.

Ketika semua tentara sedang sibuk berperang, mendadak pasukan Islam berteriak, “Sa’ad gugur!”

Mendengar hal itu, Rosulullah langsung keluar dan berjalan ke arah Sa’ad. Beliau meletakkan kepala Sa’ad ke atas pangkuannya sembari membersihkan tanah yang menempel ke wajahnya. Lalu bersabda “Alangkah harumnya aroma tubuhmu. Betapa dicintainya kau oleh Allah dan Rosulmu.”

Beliau menangis, lalu tertawa, lantas memalingkan wajahnya dan bersabda kembali, “ia telah sampai di telaga (khaudh), demi Tuhan pemelihara ka’bah.”

Abu Lubabah lantas bertanya, “Telaga apakah itu Ya Rosul?”

“Telaga yang luasnya antara Sana’a sampai Basrah. Bagian tepinya dihiasi mutiara dan permata. Sementara airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barang siapa yang meminumnya barang seteguk, maka dia tidak akan merasa haus selamanya.”

Abu Lubabah bertanya lagi, “Ya Nabi, lalu apa yang menyebabkan Engkau menangis, lalu tertawa, setelah itu memalingkan wajah?”

Rosulullah menjawab, “Aku menangis karena rindu kepada Sa’ad. Aku tertawa karena merasa bahagia melihat kemuliah Sa’ad di sisi Allah. Dan kupalingkan wajahku karena kulihat bidadari-bidadari yang menjadi istrinya berebut mendekatinya hingga terlihat betisnya. Aku berpaling dari mereka lantaran malu.”

Setelah itu Nabi memerintahkan para sahabat untuk mengambil pedang,kuda,dan apa saja yang dibawa Sa’ad. Lalu beliau bersabda, “Allah telah menikahkan  Sa’ad dengan wanita yang lebih baik daripada putri kalian.”


Artikel Dinikahkan Dengan Bidadari didapat dari SIDUTA.

Previous
« Prev Post